<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gaara de laros &#187; motivasi</title>
	<atom:link href="http://laros.web.id/tag/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://laros.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Jun 2010 14:34:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Kalau benar kenapa harus bohong?</title>
		<link>http://laros.web.id/2010/03/01/kalau-benar-kenapa-harus-bohong/</link>
		<comments>http://laros.web.id/2010/03/01/kalau-benar-kenapa-harus-bohong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 16:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De LarOs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laros.web.id/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang bapak2 di tuduh mencuri hp di kantornya, tapi beliau dengan sangat keras membantahnya. Ketika di minta membuka isi tas, beliau juga sangat keras menolaknya. Karena terlalu ngotot mempertahankan tasnya sampai2 terjadi kontak fisik dengan si pemilik hp. Kenapa bapak2 itu ngotot tidak mau menunjukkan isi tasnya? dari sini semua orang bisa tahu mungkin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Flaros.web.id%2F2010%2F03%2F01%2Fkalau-benar-kenapa-harus-bohong%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Flaros.web.id%2F2010%2F03%2F01%2Fkalau-benar-kenapa-harus-bohong%2F&amp;source=larosde&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;service_api=R_83145fd0a7f8da09c461bec27d8bc263&amp;space=1" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Ada seorang bapak2 di tuduh mencuri hp di kantornya, tapi beliau dengan  sangat keras membantahnya. Ketika di minta membuka isi tas, beliau juga  sangat keras menolaknya.<br />
Karena terlalu ngotot mempertahankan tasnya  sampai2 terjadi kontak fisik dengan si pemilik hp.<br />
Kenapa bapak2 itu  ngotot tidak mau menunjukkan isi tasnya? dari sini semua orang bisa  tahu mungkin saja hp yang hilang ada di tas tersebut..</p>
<p>Kalau  tidak salah kenapa takut??<br />
Hanya karena hp fleksi akhirnya bapak2 itu  keluar dari pekerjaannya.. sungguh sangat di sayangkan&#8230;</p>
<p><span id="more-397"></span>Kebohongan  sekecil apapun itu tidak akan membawa kebaikan kepada kita. Memang  sulit untuk belajar jujur, jujur kepada diri sendiri dan orang lain,  tapi ada satu kata2 bijak untuk hal ini..<br />
&#8220;Keberhasilan bukan di  nilai dari HASIL, melainkan dari USAHA kita.&#8221;</p>
<h3  class="related_post_title">Related Posts:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://laros.web.id/2010/01/31/tips-mengurangi-pikiran-negatif/" title="Tips Mengurangi Pikiran Negatif">Tips Mengurangi Pikiran Negatif</a> (1)</li><li><a href="http://laros.web.id/2010/01/27/kanan-dan-kiri/" title="Kanan dan Kiri">Kanan dan Kiri</a> (0)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/09/16/doesnt-really-matter-what-the-eyes-is-seeing/" title="Doesn&#8217;t Really Matter what The eyes is seeing">Doesn&#8217;t Really Matter what The eyes is seeing</a> (0)</li><li><a href="http://laros.web.id/2008/11/16/cinta-sejati-tak-bersyarat-dan-berkorban/" title="Cinta Sejati tak Bersyarat dan Berkorban">Cinta Sejati tak Bersyarat dan Berkorban</a> (8)</li><li><a href="http://laros.web.id/2008/10/28/dementor-ada-di-dunia-nyata/" title="Dementor Ada di Dunia Nyata">Dementor Ada di Dunia Nyata</a> (5)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laros.web.id/2010/03/01/kalau-benar-kenapa-harus-bohong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengurangi Pikiran Negatif</title>
		<link>http://laros.web.id/2010/01/31/tips-mengurangi-pikiran-negatif/</link>
		<comments>http://laros.web.id/2010/01/31/tips-mengurangi-pikiran-negatif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 17:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De LarOs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[menmuka pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[tips banyak pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laros.web.id/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Hal yang paling mengganggu dan memberi dampak negatif dalam kehidupan kita sebenarnya berasal dari pandangan buruk terhadap diri anda sendiri. Kadang kita terlalu keras menghukum dan merendahkan diri kita sendiri atas kejadian-kejadian buruk yang menimpa diri kita atau pun orang lain. Berikut ada beberapa Tips menghilangkan sifat negatif tersebut : HIDUP DI SAAT INI. Memikirkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Flaros.web.id%2F2010%2F01%2F31%2Ftips-mengurangi-pikiran-negatif%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Flaros.web.id%2F2010%2F01%2F31%2Ftips-mengurangi-pikiran-negatif%2F&amp;source=larosde&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;service_api=R_83145fd0a7f8da09c461bec27d8bc263&amp;space=1" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Hal yang paling mengganggu dan memberi dampak negatif dalam kehidupan kita sebenarnya berasal dari pandangan buruk terhadap diri anda sendiri. Kadang kita terlalu keras menghukum dan merendahkan diri kita sendiri atas kejadian-kejadian buruk yang menimpa diri kita atau pun orang lain.</p>
<p>Berikut ada beberapa Tips menghilangkan sifat negatif tersebut :</p>
<blockquote><p><strong>HIDUP DI SAAT INI.</strong><br />
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.</p></blockquote>
<p><span id="more-325"></span></p>
<blockquote><p><strong>KATAKAN HAL POSITIF PADA DIRI SENDIRI</strong><br />
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.</p>
<p><strong>PERCAYA PADA KEKUATAN PIKIRAN POSITIF</strong><br />
Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.</p>
<p><strong>JANGAN BERDIAM DIRI.</strong><br />
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.</p>
<p><strong>FOKUS PADA HAL-HAL POSITIF.</strong><br />
Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti ‘hari ini cerah’ atau ‘makan sore hari ini menakjubkan’. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.</p>
<p><strong>BERGERAKLAH</strong><br />
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.</p>
<p><strong>HADAPI RASA TAKUTMU</strong><br />
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.</p>
<p><strong>COBA HAL-HAL BARU</strong><br />
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan “ya” pada kehidupan Anda, membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran ‘ya, tapi…’. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.</p>
<p><strong>UBAH CARA PANDANG</strong><br />
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.</p></blockquote>
<p><a href="http://www.endaruji.co.cc/2009/07/9-tips-menghilangkan-pikiran-negatif.html" target="_blank">sumber</a></p>
<h3  class="related_post_title">Related Posts:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://laros.web.id/2010/03/01/kalau-benar-kenapa-harus-bohong/" title="Kalau benar kenapa harus bohong?">Kalau benar kenapa harus bohong?</a> (3)</li><li><a href="http://laros.web.id/2010/01/27/kanan-dan-kiri/" title="Kanan dan Kiri">Kanan dan Kiri</a> (0)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/09/16/doesnt-really-matter-what-the-eyes-is-seeing/" title="Doesn&#8217;t Really Matter what The eyes is seeing">Doesn&#8217;t Really Matter what The eyes is seeing</a> (0)</li><li><a href="http://laros.web.id/2008/11/16/cinta-sejati-tak-bersyarat-dan-berkorban/" title="Cinta Sejati tak Bersyarat dan Berkorban">Cinta Sejati tak Bersyarat dan Berkorban</a> (8)</li><li><a href="http://laros.web.id/2008/10/28/dementor-ada-di-dunia-nyata/" title="Dementor Ada di Dunia Nyata">Dementor Ada di Dunia Nyata</a> (5)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laros.web.id/2010/01/31/tips-mengurangi-pikiran-negatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kanan dan Kiri</title>
		<link>http://laros.web.id/2010/01/27/kanan-dan-kiri/</link>
		<comments>http://laros.web.id/2010/01/27/kanan-dan-kiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 05:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De LarOs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laros.web.id/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih kanan ujar kaki kiri Engkau sudah membiarkan Ku beristirahat Sedangkan engkau kini melangkah Sekarang giliranmu kanan ucap kaki kiri Tidurlah&#8230; kini saatnya Ku melangkah Kiri, sapa kaki kanan Aku takkan ganggu Lelapmu Karena saat ini aku yang bergerak Kiri, Tegur kaki kanan Aku juga tidak akan menuntutmu segera berganti posisi Menguaplah sejenak Baru, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Flaros.web.id%2F2010%2F01%2F27%2Fkanan-dan-kiri%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Flaros.web.id%2F2010%2F01%2F27%2Fkanan-dan-kiri%2F&amp;source=larosde&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;service_api=R_83145fd0a7f8da09c461bec27d8bc263&amp;space=1" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Terima kasih kanan<br />
ujar kaki kiri<br />
Engkau sudah membiarkan<br />
Ku beristirahat<br />
Sedangkan engkau kini melangkah</p>
<p>Sekarang giliranmu kanan<br />
ucap kaki kiri<br />
Tidurlah&#8230;<br />
kini saatnya<br />
Ku melangkah</p>
<p>Kiri,<br />
sapa kaki kanan<br />
Aku takkan ganggu<br />
Lelapmu<br />
Karena saat ini aku yang bergerak</p>
<p><span id="more-280"></span>Kiri,<br />
Tegur kaki kanan<br />
Aku juga tidak akan<br />
menuntutmu segera<br />
berganti posisi<br />
Menguaplah sejenak<br />
Baru, engkau melangkah</p>
<p>Kanan,<br />
Bukankah engkau telah berjanji<br />
Untuk melangkah bersama<br />
Memikul beban ini sama-sama</p>
<p>Iya kiri,<br />
Itu janji kita<br />
engkau akan selalu bersamaku<br />
Melangkah&#8230;<br />
Berlari…</p>
<p>Kanan,<br />
Ketahuilah, aku takkan ingin<br />
Posisimu digantikan<br />
Dengan tongkat</p>
<p>Kiri,<br />
Aku pun demikian<br />
Di sisiku tidak ingin<br />
Ada kursi roda</p>
<p>Aku lebih baik pincang<br />
Daripada harus bersama tongkat<br />
Aku lebih baik cacat<br />
Daripada harus bertemankan kursi roda<br />
Sebab kita telah digariskan oleh Allah<br />
Kaki kiri berdampingan dengan kaki kanan</p>
<p>Kiri,<br />
Sapa kaki kanan<br />
Coba engkau lihat<br />
Saudara kita<br />
Tangan kanan dan tangan kiri</p>
<p>Kanan,<br />
Iya, tangan kiri<br />
tolonglah aku<br />
untuk memotong daging ini<br />
Aku yang menusuk daging ini<br />
Engkau yang menarik dan memisahkannya<br />
Baik, tangan kiri</p>
<p>Kiri,<br />
Iya tangan kanan<br />
Kini bantulah aku<br />
Doronglah nasi itu<br />
ke sendok yang ku pegang<br />
Agar aku dapat melanjutkan<br />
dengan menyuap ke mulut</p>
<p>Kiri,<br />
Pernahkah engkau<br />
merasa iri<br />
pernahkah engkau<br />
merasa di anak tirikan</p>
<p>Aku bekerja<br />
untuk yang enak-enak<br />
Aku melakukan<br />
hal yang bagus-bagus</p>
<p>Sedangkan engkau<br />
tidak jauh dari tugas kebersihan</p>
<p>Tidak kanan<br />
Saya tidak pernah iri<br />
Tidak pernah merasa dianak tirikan</p>
<p>Aku bahkan<br />
merasa terhormat<br />
bukankah kebersihan itu sebagian dari iman</p>
<p>Aku bahkan<br />
merasa dibutuhkan<br />
Coba bayangkan bila aku<br />
tidak hadir di sisimu</p>
<p>Kala akalku membara<br />
Di saat hatiku menyala-nyala</p>
<p>Tolong hadirkan akalmu yang memadamkan<br />
Hadirkan hatimu yang berubah menjadi air</p>
<p>Kala akalku membeku<br />
Ketika hatiku berselimut di peraduan</p>
<p>Tolong hadirkan akalmu yang membara<br />
Hadirkan hatimu yang membakar semangat</p>
<blockquote><p>Puisi di ambil dari kaskus.us bikinan Arya</p></blockquote>
<h3  class="related_post_title">Related Posts:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://laros.web.id/2009/09/16/doesnt-really-matter-what-the-eyes-is-seeing/" title="Doesn&#8217;t Really Matter what The eyes is seeing">Doesn&#8217;t Really Matter what The eyes is seeing</a> (0)</li><li><a href="http://laros.web.id/2008/11/16/cinta-sejati-tak-bersyarat-dan-berkorban/" title="Cinta Sejati tak Bersyarat dan Berkorban">Cinta Sejati tak Bersyarat dan Berkorban</a> (8)</li><li><a href="http://laros.web.id/2010/03/01/kalau-benar-kenapa-harus-bohong/" title="Kalau benar kenapa harus bohong?">Kalau benar kenapa harus bohong?</a> (3)</li><li><a href="http://laros.web.id/2010/01/31/tips-mengurangi-pikiran-negatif/" title="Tips Mengurangi Pikiran Negatif">Tips Mengurangi Pikiran Negatif</a> (1)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/11/22/renungan-jalur-kereta-api/" title="[Renungan] Jalur Kereta Api">[Renungan] Jalur Kereta Api</a> (1)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/03/14/tidak-ada-orang-yang-sempurna-di-mata-ego-kita/" title="Tidak Ada Orang Yang Sempurna di Mata Ego Kita">Tidak Ada Orang Yang Sempurna di Mata Ego Kita</a> (3)</li><li><a href="http://laros.web.id/2008/10/28/dementor-ada-di-dunia-nyata/" title="Dementor Ada di Dunia Nyata">Dementor Ada di Dunia Nyata</a> (5)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laros.web.id/2010/01/27/kanan-dan-kiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doesn&#8217;t Really Matter what The eyes is seeing</title>
		<link>http://laros.web.id/2009/09/16/doesnt-really-matter-what-the-eyes-is-seeing/</link>
		<comments>http://laros.web.id/2009/09/16/doesnt-really-matter-what-the-eyes-is-seeing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 08:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De LarOs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laros.web.id/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kisah yang menarik untuk kita baca dan renungi maknanya&#8230; Dear Diary, Hai Di, udah lama Vella ngga nulisin kamu yah, banyak banget yang Vella mau ceritain ke kamu Di. Tadi pagi Vella sama temen-temen ngomongin cowok masing-masing. Di masih inget sama Evan kan? cowoknya Vella? Vella malu banget deh sama dia. Dia soalnya nggak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Flaros.web.id%2F2009%2F09%2F16%2Fdoesnt-really-matter-what-the-eyes-is-seeing%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Flaros.web.id%2F2009%2F09%2F16%2Fdoesnt-really-matter-what-the-eyes-is-seeing%2F&amp;source=larosde&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;service_api=R_83145fd0a7f8da09c461bec27d8bc263&amp;space=1" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sebuah kisah yang menarik untuk kita baca dan renungi maknanya&#8230;</p>
<blockquote><p>Dear Diary,</p>
<p>Hai Di, udah lama Vella ngga nulisin kamu yah, banyak banget yang Vella mau ceritain ke kamu Di. Tadi pagi Vella sama temen-temen ngomongin cowok masing-masing. Di masih inget sama Evan kan? cowoknya Vella? Vella malu banget deh sama dia. Dia soalnya nggak kayak cowok-cowok temen Vella yang lain Di. Sebel deh sama Evan, bayangin deh Di semua minusnya Evan nih yah:</p>
<p><span id="more-206"></span> • Minus 10 karena dia nggak punya handphone, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain punya handphone.<br />
• Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain biar sama-sama SMP udah boleh bawa sendiri!<br />
• Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak biasa, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain itu rambutnya gaya abhies.<br />
• Minus 10 buat dia karena dia itu nggak suka ketempat-tempat dugem Di, padahal Vella suka banget ke sana, malu banget nggak sih punya cowok kayak gitu.<br />
• Minus 10 buat dia lagi Di, karena dia nggak punya satu pun jacket XSML, padahal cowok-cowok temen Vella yang lain sering banget belanja disana, kalau dia sih paling pake bajunya bangsa bangsa jacket yang merek FILA (idih banget nggak sich Di!).<br />
• Minus 10 banget (dan yang ini banget banget-banget) karena dia masih suka bawa makanan dari rumah buat makan siang ke sekolah! Gila yah Di, malu-maluin banget nggak sih!</p>
<p>Sumpah yah Di, Vella malu banget sama dia, kayaknya mau putus aja deh Di.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Dear Diary,</p>
<p>Hari Ini valentine, pas Evan ke kelas Vella mau kasih kado, Vella cuma diem aja. Seharian itu Di, Vella ngindarin dia abis-abisan, dia bingung gitu kayaknya Di, kenapa Vella ngindar terus.</p>
<p>Sampe rumah dia nelepon Vella, Vella males tapi ngomong sama dia Di, Vella suruh pembantu bilang ke Evan kalau Vella belum pulang. Dia nelepon 4 kali hari itu tapi Vella males nerima.<br />
Kira-kira 3 harian deh kayak gitu, tiap di sekolah Vella ngindarin Evan pake cara ke WC cewek lah atau ngumpet-ngumpet lah, dan di rumah Vella selalu nggak mau nerima telepon dari dia, kayaknya Vella bener-bener udah illfeel dan malu pacaran sama dia Di!</p>
<p>Akhirnya waktu itu hari Senin, seperti biasa pas di sekolah, Vella ngindarin dia. Pas pulang sekolah Vella ngumpul di kantin sama temen-temen Vella.<br />
Mereka pada nanya kok Vella ngindarin Evan terus Vella diem aja, tapi setelah didesak akhirnya Vella ngaku juga Vella ngomong, &#8220;Ah bete banget gue sama tuh cowok, udah nggak ada modal mendingan gaul, dan mukanya setelah gue pikir-pikir biasa banget, ya ampun kok gue dulu mau yah jadi sama dia? dipelet kali yah gue!!&#8221;</p>
<p>Tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah punggung Vella, Vella bingung dan nengok Di, ya Tuhan Di, ternyata ada Evan di belakang Vella dan kayaknya dia denger yang Vella baru ucapin barusan. Vella cuma bisa diem tapi Vella sempet ngeliat Evan sebentar. Dia diem, mukanya nunduk ke bawah terus dia pelan-pelan pergi dari situ.</p>
<p>Vella diem aja, ada beberapa yang ngomong &#8220;Hayo loo Vel, dia denger lho!!&#8221;</p>
<p>Tapi ada juga yang ngomong, &#8220;Udahlah Vel, baguslah denger, nggak ada untungnya tetep sama dia, ntar elo juga bisa dapet yang lebih bagus.&#8221;</p>
<p>Bener juga yah Di, ya udah Vella cuek aja, syukur deh kalau dia denger. Dia mau minta putus juga ayo, mau banget malah Vella.</p>
<p>Dua hari pun berlalu Di, dan sejak saat Evan udah nggak berusaha nyamperin Vella di sekolah atau nelepon Vella. Tiap ketemu di sekolah dia cuma diem dan ngelewatin Vella aja.</p>
<p>Seminggu berlalu, 2 minggu berlalu sejak hari itu, Vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang Di, nggak tau kenapa Vella mulai ngerasa kehilangan sesuatu, kadang-kadang Vella suka bengong bingung sendiri, cuma Vella berusaha ilangin perasaan itu. Vella nggak tau kenapa jadi males kemana mana, pengennya sendiri aja, males ngapain. Semua orang jadi bingung kenapa Vella berubah jadi kayak gini. Vella sendiri juga nggak tau kenapa Di.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Dear Diary,</p>
<p>Minggu malem nih Di, Ujan deres banget, Vella diem dan ngerenung di dalam kamar. Tiba-tiba di channel V ada lagunya Janet Jackson Di! Tau kan liriknya?</p>
<p>Doesn&#8217;t really matter what the eyes is seeing,<br />
Cause im in love with the Inner being.</p>
<p>Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru sadar&#8230; Betapa baiknya Evan&#8230; Vella nangis senangisnya Di, karena Vella baru sadar betapa begonya Vella&#8230;</p>
<p>• Minus 10 karena Evan nggak punya HP Di, tapi plus 100 karena dia tiap malem rela jalan jauh ke wartel buat Nelpon Vella ngucapin selamat tidur setiap hari&#8230;<br />
• Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil sama ortunya karena belum 17 Di, tapi plus 100 karena tiap malem minggu dia rela naik sepeda jauh dari kemang ke bona indah khusus ngapelin Vella biar ujan sekalipun&#8230;<br />
• Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak biasa dan nggak suka di spike, tapi plus 100 karena dalam keadaan rambut Vella apapun baik bagus maupun lagi jelek, mau salah potong atau salah blow atau salah model dia selalu bilang Vella cantik banget&#8230;<br />
• Minus 10 karena dia nggak suka ke tempat dugem Di, tapi plus 100 karena dia rela nemenin Vella ke tempat-tempat kayak gitu, meski dia nggak suka dan rela dimarahin ortunya karena pulang pagi nemenin Vella&#8230; dengan naik taksi ke rumahnya&#8230;<br />
• Minus 10 karena Evan nggak punya jacket XSML dan hanya punya jacket FILA biasa, tapi plus 100 karena kalau ujan di sekolah dia selalu minjemin Vella jacketnya meski dia sendiri kedinginan&#8230;<br />
• Minus 10 karena dia bawa makan siang ke sekolah, tapi plus 100 karena ternyata nabung uang jajan makang siangnya buat beli kado valentine buat Vella&#8230;</p>
<p>Dari 60 minus yang Evan punya Di, dia punya 600 Plus di hati Vella&#8230; dari 1000 kekurangan Evan, dia punya semilyar kebaikan&#8230; Ya Tuhan Di, betapa begonya Vella yah&#8230; Vella yang beruntung sebenernya punya cowok Evan, dan Vella juga yang nyakitin Evan, padahal nggak pernah sekalipun dia nyakitin Vella. Malemnya Vella nangis lama banget Di.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Dear Diary,</p>
<p>Vella ketemu sama Evan di sekolah. Vella kejar dia dan bilang Vella mau ngomong, Evan diem aja, tapi pulang sekolah dia nanya Vella mau ngomong apa. Vella kasih dia kartu buatan Vella, Vella cium pipi dia dan Vella bilang minta maaf karena Vella udah nyakitin dia. Dia cuma diem aja terus pulang&#8230; Vella cuma bisa diem karena sadar, Vella yang berbuat, Vella juga yang kehilangan&#8230; Sakit banget rasanya Di, Vella pulang sekolah nangis tapi juga sadar itu semua Vella yang bikin dan Vella pula yang nanggung resiko-nya&#8230;</p>
<p>Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu kamar Vella, katanya ada telepon. Ternyata bener Di, itu Evan, dia udah maafin Vella, dia udah lupain semuanya&#8230; aduh Di, girang banget hati Vella, hi hi hi senengnya.</p>
<p>Nanti malem Evan mau kesini Di, dan Vella mau dandan secantik-cantiknya buat Evan, jadi Vella udahan dulu yah Di&#8230; thanx banget udah denger curhat-nya Vella, Vella belajar satu hal Di:</p>
<p>Hargailah apa yang kamu miliki sekarang,<br />
Karena tanpa kamu sadari,<br />
Kamu begitu beruntung telah memiliki-nya.</p>
<p>Selamat malem diaryku&#8230;</p>
<p>NB: Minus 10 Di, karena mukanya tidak tampan, tapi plus 100 karena hatinya luar biasa tampan&#8230;</p>
<p>Doesn&#8217;t really matter what the eyes is seeing, cause im in love with the Inner being.</p></blockquote>
<p>Sesungguhnya cinta itu memang indah dan penuh dengan warna&#8230; susah, senang, sedih, gembira, tertawa, menangis, bahagia, semangat, putus asa semuanya bisa kita rasakan di dalam hubungan yang misterius ini (love)&#8230;</p>
<p><a href="http://www.kaskus.us/showpost.php?p=115529974&amp;postcount=1" target="_blank">Source</a></p>
<h3  class="related_post_title">Related Posts:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://laros.web.id/2010/01/27/kanan-dan-kiri/" title="Kanan dan Kiri">Kanan dan Kiri</a> (0)</li><li><a href="http://laros.web.id/2008/11/16/cinta-sejati-tak-bersyarat-dan-berkorban/" title="Cinta Sejati tak Bersyarat dan Berkorban">Cinta Sejati tak Bersyarat dan Berkorban</a> (8)</li><li><a href="http://laros.web.id/2010/03/01/kalau-benar-kenapa-harus-bohong/" title="Kalau benar kenapa harus bohong?">Kalau benar kenapa harus bohong?</a> (3)</li><li><a href="http://laros.web.id/2010/01/31/tips-mengurangi-pikiran-negatif/" title="Tips Mengurangi Pikiran Negatif">Tips Mengurangi Pikiran Negatif</a> (1)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/11/22/renungan-jalur-kereta-api/" title="[Renungan] Jalur Kereta Api">[Renungan] Jalur Kereta Api</a> (1)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/03/14/tidak-ada-orang-yang-sempurna-di-mata-ego-kita/" title="Tidak Ada Orang Yang Sempurna di Mata Ego Kita">Tidak Ada Orang Yang Sempurna di Mata Ego Kita</a> (3)</li><li><a href="http://laros.web.id/2008/10/28/dementor-ada-di-dunia-nyata/" title="Dementor Ada di Dunia Nyata">Dementor Ada di Dunia Nyata</a> (5)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laros.web.id/2009/09/16/doesnt-really-matter-what-the-eyes-is-seeing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Sejati tak Bersyarat dan Berkorban</title>
		<link>http://laros.web.id/2008/11/16/cinta-sejati-tak-bersyarat-dan-berkorban/</link>
		<comments>http://laros.web.id/2008/11/16/cinta-sejati-tak-bersyarat-dan-berkorban/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 16:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De LarOs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laros.web.id/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Artikel yang sangat bagus untuk pasangan yang mungkin sering  mengalami berbagai persoalan hidup ^^ semoga menjadi pencerahan bagi kita. Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Flaros.web.id%2F2008%2F11%2F16%2Fcinta-sejati-tak-bersyarat-dan-berkorban%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Flaros.web.id%2F2008%2F11%2F16%2Fcinta-sejati-tak-bersyarat-dan-berkorban%2F&amp;source=larosde&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;service_api=R_83145fd0a7f8da09c461bec27d8bc263&amp;space=1" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<blockquote><p>Artikel yang sangat bagus untuk pasangan yang mungkin sering  mengalami berbagai persoalan hidup ^^ semoga menjadi pencerahan bagi kita.</p></blockquote>
<p>Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.</p>
<p>Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.</p>
<p><span id="more-53"></span></p>
<p>Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal! Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah.<br />
Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di hadapannya dan memandang wajahnya. “Ia sungguh cantik” kataku dalam hati, “Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik”. Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya.</p>
<p>Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.</p>
<p>4 Februari 1996.<br />
Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.Hmm. aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya.<br />
6 September 2001,<br />
Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati. Jantungku serasa mau berhenti…<br />
23 Oktober 2001,<br />
Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui.</p>
<p>Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun. Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.</p>
<p>4 Januari 2002,<br />
Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.</p>
<p>Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu.</p>
<p>14 Februari 2002,<br />
Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.</p>
<p>14 Februari 2003,<br />
Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan!</p>
<p>18 Juli 2005,<br />
Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.</p>
<p>7 April 2006,<br />
Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.</p>
<p>Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.</p>
<p>15 November 2007,<br />
Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent.</p>
<p>Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.<br />
Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun. Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun.”</p>
<p><a href="http://yauhui.net">source</a></p>
<h3  class="related_post_title">Related Posts:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://laros.web.id/2010/01/27/kanan-dan-kiri/" title="Kanan dan Kiri">Kanan dan Kiri</a> (0)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/09/16/doesnt-really-matter-what-the-eyes-is-seeing/" title="Doesn&#8217;t Really Matter what The eyes is seeing">Doesn&#8217;t Really Matter what The eyes is seeing</a> (0)</li><li><a href="http://laros.web.id/2010/03/01/kalau-benar-kenapa-harus-bohong/" title="Kalau benar kenapa harus bohong?">Kalau benar kenapa harus bohong?</a> (3)</li><li><a href="http://laros.web.id/2010/01/31/tips-mengurangi-pikiran-negatif/" title="Tips Mengurangi Pikiran Negatif">Tips Mengurangi Pikiran Negatif</a> (1)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/11/22/renungan-jalur-kereta-api/" title="[Renungan] Jalur Kereta Api">[Renungan] Jalur Kereta Api</a> (1)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/03/14/tidak-ada-orang-yang-sempurna-di-mata-ego-kita/" title="Tidak Ada Orang Yang Sempurna di Mata Ego Kita">Tidak Ada Orang Yang Sempurna di Mata Ego Kita</a> (3)</li><li><a href="http://laros.web.id/2008/11/04/sifat-lelaki-versi-doel-sumbang/" title="Sifat Lelaki Versi Doel Sumbang">Sifat Lelaki Versi Doel Sumbang</a> (1)</li><li><a href="http://laros.web.id/2008/10/28/dementor-ada-di-dunia-nyata/" title="Dementor Ada di Dunia Nyata">Dementor Ada di Dunia Nyata</a> (5)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laros.web.id/2008/11/16/cinta-sejati-tak-bersyarat-dan-berkorban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dementor Ada di Dunia Nyata</title>
		<link>http://laros.web.id/2008/10/28/dementor-ada-di-dunia-nyata/</link>
		<comments>http://laros.web.id/2008/10/28/dementor-ada-di-dunia-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 08:49:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>De LarOs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[celoteh laros]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[LarOs]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laros.web.id/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Buat para penggemar serial Harry Potter pasti tau tentang Dementor. Digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor adalah… “Dementors are among the foulest creatures that walk this earth. They infest the darkest, filthiest places, they glory in decay and despair, they drain peace, hope, and happiness out of the air around them… Get too near a [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Flaros.web.id%2F2008%2F10%2F28%2Fdementor-ada-di-dunia-nyata%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Flaros.web.id%2F2008%2F10%2F28%2Fdementor-ada-di-dunia-nyata%2F&amp;source=larosde&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;service_api=R_83145fd0a7f8da09c461bec27d8bc263&amp;space=1" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img class="alignleft" style="float: left;" src="http://laros.web.id/wp-content/uploads//2008/10/dementor.jpg" alt="" width="270" height="212" />Buat para penggemar serial Harry Potter pasti tau tentang Dementor. Digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor adalah…</p>
<p>“Dementors are among the foulest creatures that walk this earth. They infest the darkest, filthiest places, they glory in decay and despair, they drain peace, hope, and happiness out of the air around them… Get too near a Dementor and every good feeling, every happy memory will be sucked out of you. If it can, the Dementor will feed on you long enough to reduce you to something like itself…soul-less and evil. You will be left with nothing but the worst experiences of your life.” [harry potter wikia]</p>
<p>Atau dengan kata lain, Dementor punya kemampuan menyedot semangat hidup manusia sampe bisa jadi putus asa.</p>
<p><span id="more-35"></span>Belakangan ini, gue menemukan bahwa ternyata Dementor bukan cuma ada dalam fiksi. Repotnya, Dementor di dunia nyata lebih sulit dikenali. Kalo di cerita Harry Potter Dementor muncul dalam sosok yang mengerikan, berkulit kelabu dengan jari-jari kurus seperti kerangka, di dunia nyata mereka tampil seperti orang biasa. Mereka bisa aja duduk di sebelah lo di kantin, berdiri di belakang lo waktu ngantri karcis busway, atau yang lebih serem lagi: duduk di balik pintu bertuliskan “BOSS”.</p>
<p>Persis seperti dalam cerita Harry Potter, berdekatan dengan para Dementor bisa bikin lo tiba-tiba merasa suram, putus asa, hidup tiada guna, negara serasa mau bangkrut, kiamat seakan minggu depan, kerja kayak nggak ada gunanya, dsb dsb.<br />
Pada stadium lanjutan, infeksi Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa curiga kalo orang lain berhasil, sirik kalo liat orang lain senang, bahkan terasa dorongan ingin nyabot sukses orang. Dengan kata lain, Dementor itu menular, dan dampak penularannya sangat merugikan. Hati-hati!</p>
<p>Kenapa kita sebaiknya jangan sampe ketularan jadi Dementor? Karena nggak ada orang yang seneng denger keluhan, termasuk<br />
diri kita sendiri. Semakin banyak lo mengeluh, semakin lo benci sama diri sendiri. Semakin lo benci sama diri sendiri, lo semakin yakin bahwa diri lo nggak berguna. Semakin lo yakin diri lo nggak berguna, semakin tertutup jalan untuk hidup lebih baik.</p>
<p>Kenali Dementor sejak dini<br />
Penampilan boleh nipu, tapi Dementor sejati nggak pernah bisa menyembunyikan sifat aslinya. Ciri-ciri yang paling gampang dikenali adalah:</p>
<p>1. Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik<br />
masalah pribadi yang seolah penting banget untuk diketahui<br />
semua orang, dan nggak ada solusinya.</p>
<p>Yang paling mengganggu dari kebiasaan Dementor yang satu<br />
ini adalah, mereka bisa bikin sebuah acara ngumpul yang<br />
tadinya ’seru’ dan ‘hore’ jadi ngedrop<br />
dengan curhatan-curhatanny a.</p>
<p>Contoh:<br />
“Eh si X baru beli HP lho!” kata seseorang<br />
“Oh ya, apa merknya?” sambut yang lain antusias<br />
“Sony Ericsson, kalo nggak salah”<br />
“SE?! Wah siap-siap aja tuh, kan batrenya cepet bocor.<br />
Nih gue pake SE baru sebentar udah rese gini batrenya…<br />
blablabla… mana harga jualnya cepet jatuh… blablabla…<br />
mau beli lagi nggak ada duit… blablabla… apa-apa<br />
sekarang mahal… blablabla… gaji nggak naik-naik…<br />
”<br />
Pokoknya begitu si Dementor angkat bicara, semua yang hadir<br />
tiba-tiba merasa suntuk, lesu, nggak bergairah. Atau dengan<br />
kata lain, ya itu tadi: ngedrop.</p>
<p>2. Dementor selalu mampu melihat sisi jelek dari segala<br />
sesuatu, nggak peduli sebagus apapun keadaannya.</p>
<p>Kalo mau dibilang sebagai ‘bakat’, memang kemampuan<br />
Dementor yang satu ini nggak dimiliki kebanyakan orang. Saat<br />
semua orang terkagum-kagum atas kehebatan sesuatu, para<br />
Dementor dengan kejelian yang luar biasa selalu mampu<br />
menemukan celanya.</p>
<p>Contoh:<br />
“Gue kemarin ketemu sama suaminya Ibu X. Ya ampun,<br />
orangnya ganteng sekali ya… udah gitu keliatannya baik,<br />
lagi.”<br />
“Iya, gue juga pernah ketemu. Dia juga setia,<br />
lho…”<br />
“Jangan lupa, pinter pulak. Kalo nggak salah dia<br />
lulusan terbaik waktu kuliah dulu.”<br />
“Pantesan karirnya juga bagus, ya. Sekarang posisinya<br />
udah lumayan tinggi, kan ?”<br />
“…kalo tidur pasti ngorok kaya babi,” kata sang<br />
Dementor merusak suasana.</p>
<p>3.Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicara,<br />
sedemikian rupa sehingga dirinya terdengar jauh lebih apes,<br />
dan akhirnya lawan bicara menjadi sungkan.</p>
<p>Contoh:<br />
“Hai, gue denger abis pindah rumah ya?”<br />
“Iya nih, biasa… pinjeman dari kantor…”<br />
“Ih enak ya, kantornya ngasih pinjemen rumah.. gue<br />
dong masih ngontrak mulu…”<br />
“Oh…”<br />
“Mana gaji nggak naik-naik, buat bayar kontrakan aja<br />
udah ngepas, gimana mau nabung buat beli rumah?”<br />
“Ehm… tapi…”<br />
“Udah mana sekarang BBM naik, apa-apa ikut naik, makin<br />
cekak aja deh rasanya… Kalo elu kan enak, gaji gede,<br />
fasilitas banyak…”<br />
“Eh… permisi dulu ya, mau gantung diri dulu bentar<br />
boleh?”</p>
<p>4. Dementor gemar mematikan semangat orang lain.</p>
<p>Seperti pasukan pemadam kebakaran ngeliat api, semakin<br />
besar apinya, semakin giat upayanya untuk memadamkan.</p>
<p>Contoh:<br />
“Gue mau coba bisnis baru nih!”<br />
“Bisnis apa?”<br />
“Jualan baju anak-anak”<br />
“Yahhh… hari gini jualan baju! Nggak liat tuh, di<br />
ITC yang jualan baju udah segambreng?”<br />
“…tapi koleksi gue unik-unik lho! Lain daripada yang<br />
lain deh!”<br />
“Alaaah… unik kaya apa sih, paling sebentar lagi<br />
juga pasaran. Liatin aja!”<br />
“Euh… gue juga berencana ngikutin perkembangan tren<br />
lho…”<br />
“Emangnya lu kira gampang? Gue pernah tuh, coba jualan<br />
baju kayak elu. Awalnya semangat, eh terakhirnya malah rugi.<br />
Mana barang dagangan dibawa kabur orang…”<br />
dst dst dst.</p>
<p>Kiat menghadapi Dementor<br />
Cara paling aman adalah: jangan dideketin. Begitu seseorang<br />
yang ada di dekat lo menunjukkan ciri-ciri seorang Dementor,<br />
segeralah jauh-jauh. Cari alasan apa aja, bilang mau beli<br />
rokok ke Ujung Kulon kek, mau nguras sumur kek, terserah.<br />
Yang penting jangan deket-deket mereka. Ingat, Dementor itu<br />
sangat menular!</p>
<p>Checklist Dementor<br />
Sedangkan bagi kalian yang selama ini telah menjadi<br />
Dementor tapi nggak menyadarinya, coba teliti daftar<br />
berikut. Kalo kalian merasa setuju dengan 5 pernyataan atau<br />
lebih, hati-hati, kalian sedang menjelma menjadi Dementor.<br />
Segeralah minta pertolongan profesional, sebelum terlambat.</p>
<p>a.. Sebagian besar orang lebih beruntung dari gue<br />
b.. Nggak ada orang yang bisa hidup layak dengan gaji<br />
sekecil gue<br />
c.. Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Gue<br />
nggak tau bulan depan masih bisa hidup atau enggak<br />
d.. Gue nggak tau gue ingin jadi apa<br />
e.. Gue benci sama kantor gue, tapi kalo gue resign nanti<br />
nggak ada kantor lain yang mau nerima<br />
f.. Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?<br />
g.. Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat pantat,<br />
pasti.<br />
h.. Dari dulu memang gue ditakdirkan apes<br />
i.. Gue nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak<br />
orang lain<br />
j.. Orang tua gue asal-asalan nyekolahin gue, makanya gue<br />
jadi kaya gini sekarang<br />
k.. Gue nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup<br />
lebih baik<br />
l.. Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum<br />
ngerasain susahnya hidup gue, sih.<br />
m.. Percuma gue kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma<br />
segitu-segitu aja<br />
n.. Orang lain enak punya duit buat refreshing. Gue<br />
boro-boro refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum<br />
kalo gue stress.<br />
o.. Gue udah ketuaan untuk nyoba hal baru<br />
p.. Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin gue<br />
q.. Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem<br />
duit kalo butuh. Giliran gue, yang ada emak gue nodong mulu<br />
buat beli beras<br />
r.. Kalo ada orang baik sama gue, pasti ada maunya<br />
s.. Boss muji gue? Pasti dia salah orang.<br />
t.. “7 Habits”-nya Steven Covey? Itu kan buatan<br />
Amerika, mana bisa berlaku di sini<br />
u.. Luna Maya aja masih ngejomblo, apalagi gue yang jelek<br />
begini<br />
v.. Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin<br />
kurang ajar.<br />
Pesan bagi para Dementor<br />
Tema utama hidup kalian adalah: merasa diri sebagai orang<br />
paling apes sedunia.</p>
<p>Padahal sekarang penduduk dunia ada 6.7 miliar orang.<br />
Jadi, lo harus mengalahkan keapesannya 6.699.999.999 orang.<br />
Itu nggak gampang, lho. Apa iya lo sehebat itu?</p>
<p><a href="http://www.yauhui.net" target="_self">source</a></p>
<h3  class="related_post_title">Related Posts:</h3><ul class="related_post"><li><a href="http://laros.web.id/2008/10/28/dapat-sms-dari-presiden-ri/" title="Dapat SMS dari Presiden RI">Dapat SMS dari Presiden RI</a> (12)</li><li><a href="http://laros.web.id/2008/10/25/mengapa-angsa-terbang-membentuk-huruf-v/" title="Mengapa Angsa Terbang Membentuk Huruf V ?">Mengapa Angsa Terbang Membentuk Huruf V ?</a> (4)</li><li><a href="http://laros.web.id/2010/03/01/kalau-benar-kenapa-harus-bohong/" title="Kalau benar kenapa harus bohong?">Kalau benar kenapa harus bohong?</a> (3)</li><li><a href="http://laros.web.id/2010/01/31/tips-mengurangi-pikiran-negatif/" title="Tips Mengurangi Pikiran Negatif">Tips Mengurangi Pikiran Negatif</a> (1)</li><li><a href="http://laros.web.id/2010/01/27/kanan-dan-kiri/" title="Kanan dan Kiri">Kanan dan Kiri</a> (0)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/09/28/alhamdullilah/" title="Alhamdullilah">Alhamdullilah</a> (0)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/09/16/doesnt-really-matter-what-the-eyes-is-seeing/" title="Doesn&#8217;t Really Matter what The eyes is seeing">Doesn&#8217;t Really Matter what The eyes is seeing</a> (0)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/09/13/tentang-janji/" title="Tentang Janji">Tentang Janji</a> (2)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/03/14/tidak-ada-orang-yang-sempurna-di-mata-ego-kita/" title="Tidak Ada Orang Yang Sempurna di Mata Ego Kita">Tidak Ada Orang Yang Sempurna di Mata Ego Kita</a> (3)</li><li><a href="http://laros.web.id/2009/01/15/hati-hati-penipuan-berkedok-pt-penyalur-tenaga-kerja/" title="Hati-Hati: Penipuan Berkedok PT Penyalur Tenaga Kerja">Hati-Hati: Penipuan Berkedok PT Penyalur Tenaga Kerja</a> (19)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://laros.web.id/2008/10/28/dementor-ada-di-dunia-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
