Peringatan ne buat teman2 para pencari kerja, kemarin barusan saya nganterin si bebek ngirim surat lamaran kerja di jalan Adi Sucipto Malang. Sebelumnya aku gak tahu dia itu mo ngirim ke perusahaan macam apa, yang jelas kita berdua gak ngira kalau perusahaan yang mau kita kasih lamaran itu semacam perusahaan penyalur tenaga kerja.
Sudah sampai di tempat, hmm.. ternyata bukan kantor seperti layaknya sebuah PT tapi sebuah rumah di tengah2 dealer sepeda motor. Kayaknya banyak yang nglamar juga, di situ juga ada anak cewek yang lagi nunggu temennya nglamar soalnya. Gak sampe 10 menit si bebek keluar lagi, dia minta 50 rb buat test psikologis katanya.. lho kok aneh ne ngalamar kerja belum apa-apa malah suruh bayar, ya udah deh ikutin aja testnya.. Sekitar satu jam an dia keluar, testnya cuman gambar2 tok katanya, besok jam 09:30 suruh telp kantor untuk lihat hasil test, kalau gak lulus uang bisa di minta kembali.
Besoknya kita telp dan katanya lolos untuk selanjutnya di minta datang ke kantornya, Ok deh kita berangkatt.. Karena posisi emank deket rumah gak sampe 30 menit nyampe deh.. Bebek masuk dengan harapan ndak kena tipu (kemarennya dapet sms temen katanya itu pt penipu hikz..). Akhirnya dia keluar dengan muka kusut, katanya kalo mau kerja harus bayar 1.5 juta lagi untuk training di surabaya (cuman SPG aja hrs training 1.5 jt?? dasar israel loe!!) dah tahu sini lagi susah butuh kerja buat nyari duit.
Peringatan aja buat temen-temen, semua orang yang ngelamar disini pasti di nyatakan lolos test, dan kalau ingin kerja harus melalui training dengan sejumlah biaya yang harus kita bayar, yang pastinya cukup besar bagi pelamar kerja. Jangan tertipu dengan tawaran mereka yang muluk2 ternyata korban nie pt dah banyak cman saya aja yg ketinggalan berita
berikut alamat dan nomor telpnya:
PT SURYA GEMILANG SUPPLIERINDO
Jalan Adi Sucipto Malang No. 186
Telp. 0341-7776150, 0341-483034
note: coba temen2 telp aja pasti akan di tawari kerjaan yang muluk2 :P
Israel menggunakan zat berbahaya untuk membantai warga Gaza dalam serangan daratnya. Bom-bom yang digunakan pasukan Zionis mengandung fosfor putih, sebuah zat yang berbahaya dan mematikan bagi manusia.
Fosfor putih, oleh badan intelejen AS dimasukkan ke dalam katagori “senjata kimia”. Orang yang terkena serpihan dari bom yang mengandung fosfor putih akan mengalami luka bakar yang mengerikan.
Times Online mengutip keterangan seorang pakar keamanan Israel yang mengatakan, “Pemandangan dari ledakan bom yang mengandung zat berbahaya itu akan terlihat fantastik, dengan asap tebal yang bisa membutakan mata pihak musuh, sehingga pasukan kami bisa bergerak maju.”
Dalam serangan artileri pasukan Israel ke Jalur Gaza hari Minggu kemarin, diketahui bahwa bom-bom yang ditembakan dari tank-tank Israel mengandung fosfor putih. Itu artinya, Israel telah menggunakan senjata kimia berbahaya yang penggunaannya masih menjadi kontroversi di dunia.
Hari Minggu kemarin, anggota tim dokter dari Norwegia Dokter Mads Gilbert juga mengatakan bahwa tim medisnya menemukan sisa-sisa uranium pada sejumlah korban luka di Gaza.
Times Online dalam laporannya mengatakan, penggunaan senjata kimia dalam serangan ke Jalur Gaza akan memicu kontroversi atas metode-metode serangan yang digunakan militer Israel. Israel juga menggunakan bom-bom yang mengandung fosfor putih dalam perang 34 hari dengan Hizbullah di Libanon sehingga banyak menimbulkan korban jiwa.
Inilah bukti kemunafikan negara-negara Barat seperti AS yang tetap memberikan dukungan buta pada Israel meski rezim ilegal itu telah menggunakan senjata kimia berbahaya terhadap warga sipil. Bedakan dengan sikap AS terhadap Irak, yang merasa perlu menumbangkan Saddam Hussein dan menghancurkan Irak dengan tuduhan Irak memiliki senjata pemusnah massal berbahaya. Padahal tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga sekarang. Tapi ketika Israel yang menggunakan senjata pemusnah massal, AS tidak berbuat apapun untuk menghentikan Israel. (eramuslim.com)
Semoga Israel dan antek2nya segera di lenyapken dari muka bhumi ini, Amien ya rabbal alamien.. bagaimana menurut Anda-anda?
Recent Discussions