Adakalanya dalam setiap hubungan itu harus di sertai dengan pertengkaran2 kecil, namun sesuatu yang kecil itu apabila terjadi dengan terus-menerus tanpa ada usaha untuk merubah sikap dari salah satu pasangan, maka hal tersebut akan sangat sulit untuk di terima oleh pasangan yang lain.
Kita tidak perlu mencari tahu siapa di antara kita yang salah dan siapa yang harus minta maaf. Kembali ke hati nurani kita saja, apa yang telah kita lakukan atau katakan sehingga terjadi masalah2 seperti itu.
Kata “maaf” itu apabila terlalu sering di ucapkan akan sangat membosankan telinga yang mendengar. Kata maaf itu apabila di ucapkan dengan tulus (tidak dengan SMS or telp) dan di ikuti dengan sikap yang lebih baik untuk berubah, inssallah tidak akan terjadi pertengkaran2 yang sama di kemudian hari.
Semoga kita bisa saling memahami.